5 Fakta Unik Walrus, Mamalia Laut dengan Gading yang Terus Tumbuh Hingga 20 Tahun!

5 Fakta Unik Walrus, Mamalia Laut dengan Gading yang Terus Tumbuh Hingga 20 Tahun!

Teman-teman tentu sudah tidak asing lagi dengan walrus. Yap! Hewan ini merupakan kerabat dekat anjing dan singa laut.

Anjing  laut, singa laut, dan walrus punya kaki berupa sirip untuk membantunya  berenang di air dan bergerak di darat, teman-teman.

Walrus diketahui tergolong kelas dalam keluarga Pinnipedia alias mamalia laut yang bisa berjalan di darat menggunakan sirip.

Namun, walrus merupakan satu-satunya Pinnipedia yang punya gading. Baik walrus jantan maupun betina, keduanya punya gading.

Yap! Kita mungkin belum pernah melihatnya secara langsung, tapi kalau mamalia laut punya sepasang daging, pastilah itu walrus.

Selain memiliki sepasang gading yang mirip seperti taring, apa lagi keunikan dari mamalia laut ini, ya? Cari tahu bersama, yuk!

1. Punya Gading yang Multifungsi

Dengan melihat sekilas saja, teman-teman tentu tahu kalau walrus punya kemiripan dengan gajah. Yap! Mereka punya gading.

Baik walrus jantan maupun walrus betina sama-sama mempunyai sepasang gading. Bedanya hanya terletak pada ukurannya.

Gading walrus berukuran sekitar 90-100 sentimeter. Sementara itu, walrus betina mempunyai panjang gading 65-80 sentimeter.

Tak seperti gajah, gading yang dimiliki walrus ini sering kali digunakannya untuk berjalan di atas es, teman-teman.

Selain itu, mereka juga menggunakan gading untuk saling bertarung, melindungi diri, dan sebagai penentu status sosial.

Uniknya,  gading ini kerap dianggap sebagai taring karena menonjol di mulutnya.  Selain itu, gading ini akan terus bertumbuh selama 15-20 tahun!

2. Walrus Merupakan Hewan Sosial

Walrus merupakan hewan yang suka berkumpul dengan kelompok mereka yang terdiri dari ratusan ekor.

Kawanan  ini biasanya dipisahkan berdasarkan jenis kelamin. Artinya, walrus  betina dan walrus jantan memiliki kawanan mereka masing-masing.

Dalam kawanan walrus, juga dikenal istilah status. Untuk menentukan status, biasanya walrus menggunakan gadingnya.

Ketika musim berkembang biak, beberapa kawanan ini akan bergabung menjadi satu sehingga mencapai ribuan ekor walrus.

Saat  itulah, para walrus jantan akan saling mengadu gading mereka untuk  menentukan posisi pemimpin dan bisa terlebih dahulu berkembang biak.

Walrus dengan gading terbesar biasanya akan menjadi pemenang dan berhak menjadi pejantan alfa dalam kawanannya.

3. Penyelam yang Hebat

Seperti mamalia laut lainnya, walrus memang bisa berjalan di darat, namun aktivitas utama mereka tetap terjadi dalam laut.

Untuk mencari makanan, walrus biasanya akan menyelam ke kedalaman laut dan tubuh mereka memang diciptakan untuk itu.

Walrus bisa menyelam hingga kedalaman 90 meter dan bertahan selama 30 menit sebelum kembali ke permukana untuk bernapas.

Mereka cukup mahir berenang di dalam air dengan kecepatan rata-ratanya sekitar 7 kilometer per jam hingga 35 kilometer per jam.

Menurut penjelasan WWF, meskipun pandai menyelam, walrus lebih suka mencari makanan di perairan dangkal.

Kerang, cacing, siput, teripang, hingga udang adalah makanan kesukaan yang sering mereka makan sehari-harinya.

4. Induk Walrus Sangat Protektif Terhadap Anaknya

Sama seperti seorang ibu yang menjaga anaknya, seekor induk walrus juga sangat protektif terhadap anaknya, lo.

Jika  merasa anaknya sedang terancam, induk walrus akan mengambil anaknya  menggunakan sirip dan memegangnya di dada lalu menyelam ke air.

Walrus betina diketahui jarang melahirkan, sehingga sangat penting bagi mereka untuk melindungi anak-anak mereka.

Dilansir dari Britannica, walrus yang baru lahir umumnya akan tinggal bersama induknya selama tiga tahun pertama kehidupannya.

Di  alam liar, mereka bisa hidup hingga lebih dari 40 tahun. Sayangnya,  beberapa dari mereka sering dimangsa oleh beruang kutub dan paus  pembunuh.

5. Kumis Walrus yang Sensitif

Banyak dari antara kita yang belum mengetahuinya, sebenarnya kumis walrus termasuk bagian tubuh yang sensitif, lo.

Kumis walrus sering dinamakan dengan mustacial vibrissae. Kumis ini digunakan walrus untuk mendeteksi lingkungan sekitarnya.

Hewan ini juga pandai beradaptasi.

Tubuhnya yang berukuran besar dan gemuk ini diketahui mampu melindungi mereka dari udara dingin di perairan Arktik.

Seekor walrus dapat memiliki tubuh seberat 1,5 ton dengan panjang tubuh sekitar 350 sentimeter. Besar sekali, bukan?

Menurut Live Science,  walrus memiliki berat badan yang tinggi karena lemak di bawah kulit  mereka. Lemak ini memberi energi dan membuatnya tetap hangat.

Nah, itulah beberapa fakta menarik seputar walrus. Semoga informasi ini bisa menjawab rasa penasaran teman-tema, ya.